Jumat, 20 Januari 2012

Maskot Kota Samarinda

Pesut Mahakam


Pesut Mahakam adalah maskot kota Samarinda. Namun saat ini Pesut Mahakam tidak terlihat lagi di sepanjangsungai Mahakam kota Samarinda. Pesut Mahakam terdesak oleh kemajuan kota dan pindah ke hulu sungai. Populasi Pesut Mahakam semakin menurun dari tahun ke tahun. Bahkan menurut sebuah penelitian, Pesut Mahakam sekarang tinggal 50 ekor. Jika tidak dilakukan antisipasi dan pelestarian, maka dalam waktu beberapa tahun saja Pesut Mahakam akan punah, menyusul pesut dari Sungai Irrawaddy dan Sungai Mekong yang sudah terlebih dahulu punah dan Pesut Mahakam adalah pesut air tawar terakhir yang hidup di planet bumi.

Dayak Kayan Kampung Miau

Suku Kayan adalah suku Dayak dari rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari Sarawak. Ketika memasuki Kalimantan Timur suku Dayak Kayan pertama-tama menetap di daerah Apau Kayan di daerah aliran sungai Kayan, karena alasan perang antar suku dan mencari daerah yang lebih subur serta daerah asal (Apau Kayan) yang sangat tertinggal dan terisolir, suku Kayan meninggalkan Apau Kayan yang telah mereka tempati selama 300 tahun dan bermigrasi menuju daerah-daerah yang lebih maju agar dapat lebih berkembang kehidupannya, yaitu sekarang menetap di daerah aliran sungai Wahau (daerah Suku Wehea) di Kabupaten Kutai Timur terutama di Desa Miau Baru sejak tahun 1969.
Diperkirakan pada zaman Kerajaan Kutai Martadipura (Kutai Mulawarman), suku Kayan belum memasuki Kalimantan Timur. Kemungkinan suku Kayan ini termasuk salah satu suku yang belakangan memasuki pulau Kalimantan dari pulau Formosa (Taiwan).

Rekor Muri Ski Air Terpanjang di Kaltim

Pemprov Kaltim akan mengukir rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dalam penyelenggaraan lomba ski air terpanjang, yakni mulai Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara hingga Kota Samarinda. “Lomba ski air akan digelar pada 22 Januari 2011 di Sungai Mahakam dengan panjang tempuh mencapai 42 kilometer Tenggarong- Samarinda,” kata Kepala Dinas Olahraga Kalimantan Timur (Kaltim) Masrihadi di Samarinda, Jumat.
Menurut Masrihadi, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltim ke-54, sementara jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini belum diketahui karena masih dalam proses pendataan.

Awal mula berdirinya Samarinda


Perjanjian Bungaya

Pada saat pecah perang Gowa, pasukan Belanda di bawah Laksamana Speelman memimpin angkatan laut Kompeni menyerang Makassar dari laut, sedangkan Arung Palakka yang mendapat bantuan dari Belanda karena ingin melepaskan Bone dari penjajahan Sultan Hasanuddin (raja Gowa) menyerang dari daratan. Akhirnya Kerajaan Gowa dapat dikalahkan dan Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667.